Kabar UBB
Universitas Bangka Belitung
Kabar UBB
Universitas Bangka Belitung
12 Juni 2026 | 08:27:29 WIB
Mendiktisaintek Dorong Seleksi Mahasiswa Baru FK Beasiswa Pemerintah Daerah
.jpeg)
Minahasa –Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto apresiasi skema penerimaan mahasiswa angkatan pertama Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Negeri Manado (Unima) yang menyediakan kuota 50 mahasiswa putra-putri daerah dengan pembiayaan penuh dari pemerintah provinsi serta kabupaten/kota di Sulawesi Utara. Hal ini disampaikannya saat menghadiri peresmian FK Unima, Kamis (11/6).
“Kita memahami bahwa tantangan kesehatan Indonesia saat ini tidak semata-mata jumlah dokter, tetapi juga distribusi dokter untuk bertugas di daerah yang memang membutuhkan. Sungguh, saya bahagia, bahwa selain Unima membuka FK, ternyata memperluas akses mahasiswa baru dari tiap kota, kabupaten, dan provinsi. Ini adalah capaian luar biasa,” tegas Menteri Brian.
Selain itu, Mendiktisaintek juga menyatakan bahwa tim di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) juga sudah mempelajari dan menyebarluaskan model seleksi FK Unima ke FK lain di Indonesia, karena dinilai mampu memperkuat pemerataan layanan kesehatan melalui pengembangan dokter lulusan tiap daerah.

Mendiktisaintek menilai pembangunan sumber daya manusia (SDM) di sektor kesehatan merupakan investasi jangka panjang yang tidak dapat dihitung hanya dari aspek biaya. Skema yang dijalankan FK Unima dinilai dapat menunjukkan bagaimana kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dapat menghadirkan solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat.
Sebelumnya, Rektor Unima, Joseph Philip Kambey menjelaskan bahwa penerimaan mahasiswa angkatan pertama FK Unima dilakukan melalui jalur rekomendasi pemerintah kabupaten/kota seSulawesi Utara yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Skema tersebut memadukan kebijakan afirmatif daerah dengan seleksi akademik berstandar nasional dan psikotes yang ketat. Seleksi mahasiswa baru FK Unima dijalankan oleh FK Universitas Brawijaya sebagai FK pembina.
Sebanyak 50 kursi disediakan dengan pembiayaan penuh dari pemerintah daerah dan dibagi secara merata antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota. Namun demikian, Unima tetap mengedepankan kualitas calon mahasiswa. Pada seleksi tahap pertama, hanya 37 peserta yang dinyatakan memenuhi standar kelulusan nasional sehingga 13 kursi yang tersisa akan kembali diseleksi pada tahap berikutnya.
“Kami meyakini langkah yang kita resmikan hari ini akan menjadi gelombang perubahan besar di masa depan. Dengan dukungan dari Kemdiktisaintek, pemerintah Sulawesi Utara, para kepala daerah, dan bimbingan tiada henti dari FK Universitas Brawijaya sebagai mentor, FK Unima akan tegak berdiri menjadi mercusuar keadilan kesehatan,” ujar Rektor Unima.
Mendiktisaintek juga berpesan kepada mahasiswa angkatan pertama FK Unima untuk memanfaatkan beasiswa yang mereka terima dengan sebaik-baiknya. Lebih dari bantuan biaya pendidikan, beasiswa merupakan harapan masyarakat dan amanah dari negara untuk mewujudkan layanan kesehatan berkualitas di wilayah masing-masing.
Melalui peresmian FK Unima, Kemdiktisaintek menegaskan komitmen untuk terus memperluas akses pendidikan kedokteran yang berkualitas sekaligus mendukung pemerataan dokter di berbagai daerah. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, rumah sakit mitra, dan masyarakat diharapkan dapat menjadi model pengembangan pendidikan kedokteran yang berdampak langsung bagi peningkatan kualitas layanan kesehatan nasional.
Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
UBB Perspectives
Satu Visi, Banyak Budaya: Mengapa Integrasi SDM Global Tidak Semudah yang Dibayangkan
Menjaga Ekosistem: Investasi untuk Masa Depan Bumi
Antara Jaring dan Buku Pilihan Hidup Anak Remaja Putus Sekolah di Kepulauan Pongok
Validitas Peringkat UBB: Membongkar Anomali Webometrics
Meski Ilegal, Mengapa Bisnis Thrifting Terus Menjamur?
Tantangan Pemimpin Baru dan Ekonomi Bangka Belitung
Sastra, Kreativitas Intelektual, dan Manfaatnya Secara Ekonomi
Lindungi Anak Kita, Lindungi Masa Depan Bangsa
Akankah Pilkada Kita Berkualitas?
Hulu Hilir Menekan Overcrowded
Penguatan Gakkumdu untuk Mengawal Pesta Demokrasi Berkualitas
Carbon Offset : Blue Ocean dan Carbon Credit
Hari Lingkungan Hidup: Akankah Lingkungan “Bisa” Hidup Kembali?
FAKTOR POLA ASUH DALAM TUMBUH KEMBANG ANAK
MEMANFAATKAN POTENSI NUKLIR THORIUM DI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG : PELUANG DAN DAMPAK LINGKUNGAN
Pengaruh Sifat Fisika, Kimia Tambang Timah Terhadap Tingkat Kesuburan Tanah di Bangka Belitung
Akuntan dan Jurnalis: Berkolaborasi Dalam Optimalisasi Transparan dan Pertanggungjawaban
Sustainable Tourism Wisata Danau Pading Untuk Generasi Z dan Alpa
Perlunya Revitalisasi Budaya Lokal Nganggung di Bangka Belitung
Semangat PANDAWARA Group: Dari Sungai Kotor hingga Eksis di Media Sosial
Pengaruh Pembangunan Produksi Nuklir pada Wilayah Beriklim Panas
Pendidikan dan Literasi: Mulailah Merubah Dunia Dari Tindakan Sederhana
Mengapa APK Perguruan Tinggi di Babel Rendah ?
Dekonstruksi Cara Pikir Oposisi Biner: Mengapa Perlu?
PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DENGAN ASAS GOOD GOVERNANCE
UMP Bangka Belitung Naik, Payung Hukum Kesejahteraan Pekerja atau Fatamorgana Belaka?
Peran Generasi Z di Pemilu 2024
Pemilu Serentak 2024 : Ajang Selebrasi Demokrasi Calon Insan Berdasi
Menelusuri Krisis Literasi Paradigma dan Problematik di Bumi Bangka Belitung
Jasa Sewa Pacar: Betulkah Menjadi sebuah Solusi?
Peran Sosial dan Politis Dukun Kampong
Mahasiswa dan Masalah Kesehatan Mental
Analogue Switch-off era baru Industri pertelevisian Indonesia
Di Era Society 50 Mahasiswa Perlu Kompetensi SUYAK
HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia, sudah merdekakah kita?
Pemblokiran PSE, Pembatasan Kebebasan Berinternet?
Pentingnya Pemahaman Moderasi Beragama Pada Mahasiswa di Perguruan Tinggi Umum
SOCIAL MAPPING SEBAGAI SOLUSI TATA KELOLA SUMBER DAYA ALAM